Entri Populer

Kamis, 31 Maret 2011

Dampak Radioaktif Terhadap Kehidupan Laut

Tinjauan Berita hari ini menghadirkan pandangan
Profesor Jota Kanda dari Departemen Ilmu Kelautan
Universitas Sains dan Teknologi Kelautan Tokyo
mengenai dampak zat-zat radioaktif terhadap
kehidupan laut. Menurut Kanda, banyak orang khawatir dengan berita-
berita ditemukannya kadar yodium radioaktif dengan
tingkat ribuan kali lebih tinggi dari standar yang
ditetapkan pemerintah Jepang, pada air laut di dekat
saluran pembuangan PLTN Fukushima Daiichi. Akan
tetapi sebagian besar air yang ada di permukaan bumi berada di lautan dan tingkat radiasi akan dengan cepat
melemah oleh arus dan penyebaran air. Karena itu
Kanda yakin, kecuali air dari lokasi-lokasi yang sangat
dekat dengan PLTN itu, tidak ada perubahan besar
dalam tingkat radiasi pada air laut. Masyarakat Jepang mengkonsumsi banyak ikan, dan
sejak kecelakaan nuklir Chernobyl, masyarakat Jepang
selama ini peka mengenai zat-zat radioaktif di air laut
dan ikan. Sudah sejak lama Jepang melakukan
pemantauan sendiri terhadap tingkat radiasi. Kanda
yakin, Jepang memiliki data penting secara global. Zat-zat radioaktif mencemari air laut akibat kecelakaan
Chernobyl dan uji-uji nuklir di angkasa pada tahun
1950-an dan 1960-an. Jepang memiliki data mengenai
zat-zat radioaktif, seperti kadar cesium, pada air laut di
seluruh dunia. Isotop-isotop radioaktif memiliki
kepekaan tinggi dan mudah diukur. Karenanya perilaku isotop-isotop juga dikenali dengan baik. Dengan melihat data semacam itu, hasil pengukuran
menunjukkan tingkat pencemaran di laut di sekitar
PLTN tersebut, tidak sebesar tingkat pencemaran zat-
zat radioaktif seperti yang ditimbulkan dalam
kecelakaan Chernobyl, meskipun keadaan sekarang ini
berlanjut hingga beberapa bulan. Setelah terjadinya kecelakaan nuklir Chernobyl, ikan di laut tidak
tercemar, sehingga menurut Kanda, kali ini juga kita
tidak perlu mengkhawatirkan soal pencemaran itu.
Akan tetapi air yang tercemar zat radioaktif masih terus
keluar dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut, sehingga
rumput-rumput laut yang dibudidayakan atau tumbuh di dekat saluran pembuangan PLTN tersebut akan
terpengaruh. Demikian Tinjauan Berita yang mengangkat pandangan
Profesor Jota Kanda dari Departemen Ilmu Kelautan
Universitas Sains dan Teknologi Kelautan Tokyo
mengenai dampak zat-zat radioaktif terhadap
kehidupan laut.

Sumber : NHK WORLD INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar