Badan Tenaga Atom Internasional IAEA mengatakan
tingkat radiasi yang ditemukan di sebuah desa yang
berjarak 40 kilometer dari PLTN Fukushima Daiichi yang
bermasalah yaitu dua kali lebih tinggi dari standar
untuk evakuasi. Lokasi ini berada di luar zona evakuasi yang berada
dalam radius 20 kilometer, dan juga di luar zona
waspada yang beradius 20 sampai 30 kilometer. Warga
yang tinggal dalam zona waspada ini, dianjurkan oleh
pemerintah agar mengungsi. IAEA melaporkan penemuannya tersebut dalam sebuah
pertemuan anggotanya di Wina pada hari Rabu. IAEA
mengatakan para pakarnya mengukur tingkat yodium
131 dan cesium 137 pada tanah di sekitar PLTN
Fukushima Daiichi sejak tanggal 18 hingga 26 Maret. Pihaknya mengatakan pengukuran di desa Iitate, yang
berjarak 40 kilometer di sebelah barat laut PLTN
tersebut, menunjukkan kadar zat-zat radioaktif itu dua
kali lebih tinggi dari kriteria operasi IAEA untuk
evakuasi. IAEA pun menganjurkan agar Jepang lebih
seksama dalam menilai situasi tersebut. Hari ini di Tokyo, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang
Yukio Edano berbicara kepada wartawan bahwa
laporan mengenai tingkat radiasi di Iitate tidak memiliki
dampak langsung terhadap kesehatan manusia. Namun
menurutnya, tingkat radiasi tersebut dapat berbahaya
jika mengalami paparan dalam periode waktu yang lama. Ia mengatakan pemerintah akan menilai dengan
lebih seksama mengenai dampak jangka panjang serta
langkah yang tepat untuk menanganinya.
Sumber : NHK WORLD INDONESIA
Entri Populer
-
Tinjauan Berita hari ini menghadirkan pandangan Profesor Jota Kanda dari Departemen Ilmu Kelautan Universitas Sains dan Teknologi Kelautan T...
-
Plaster Gigi Pertama di Dunia (Kiri) Lembaran plaster untuk gigi (Kanan) Alat bantu gigi 3 dimensi Gambar: Universitas Kinki Hydroxylapatite...
-
Badan Tenaga Atom Internasional IAEA mengatakan tingkat radiasi yang ditemukan di sebuah desa yang berjarak 40 kilometer dari PLTN Fukushima...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar